
Di bawah ini adalah dasar-dasar keterampilan dan alat-alat yang diperlukan untuk menjadi Web Developer.
Kita harus memiliki ide yang kreatif untuk menggali skill kita, serta perencanaan yang matang dan pemecahan masalah.
Mari kita lihat di bawah ini daftar keterampilan teknis yang dibutuhkan dalam pengembangan web.
A. HTML
Bahasa markup untuk menjelaskan dokumen web, terbuat dari serangkaian tag markup. Komponen fundamental, meskipun ia bukan bahasa pemrograman.
B. Cascading Style Sheets (CSS) & CSS Frameworks CSS
Digunakan untuk menggambarkan presentasi dokumen yang ditulis dalam HTML. Dengan kata lain, ini menjelaskan bagaimana elemen harus ditampilkan di layar.
C. Desain Web Responsif
Semakin banyak dibutuhkan situs yang cocok dan nyaman terhadap seluruh perangkat. Artinya setiap perangkat yang mengakses web kita, akan menampilkan secara otomatis sesuai resolusi layar yang digunakan oleh pengakses. Jadi, baik ponsel, tablet, laptop, netbook dan sebagainya akan tetap cocok dengan dengan desain visual kita.
D. Alat Pengembangan
Beberapa alat pengembang yang bisa digunakan untuk mengidentifikasikan bug dan meningkatkan kinerja halaman web.
E. Javascript
Bahasa pemrograman yang mengontrol operasi umum atau spesifik situs web dan aplikasi web dinamis.
F. Kontrol Versi
Kontrol versi membantu pengembang untuk mempertahankan kode dan melacak perubahan.
G. Pengujian
Pengujian adalah bagian penting dari pemrograman. Dari waktu ke waktu, sistem memasuki fase pengujian untuk memastikan semua fungsionalitas sebagaimana dimaksud.
2 Alat-alat (Tools)
Untuk mencapai situs web dan aplikasi web yang bagus, Developer menggunakan serangkaian alat untuk terus berjalan dengan lancar.
Mari kita lihat beberapa di antaranya :
A. Editor Teks
Editor kode sumber adalah program editor teks yang dirancang khusus untuk mengedit kode sumber program komputer oleh programmer.
1. Notepad++
Notepad++ adalah sebuah penyunting teks dan penyunting kode sumber yang berjalan di sistem operasi Windows. Notepad++ menggunakan komponen Scintilla untuk dapat menampilkan dan menyuntingan teks dan berkas kode sumber berbagai bahasa pemrograman.
2. Sublime Text
Sublime Text adalah editor kode sumber lintas platform yang eksklusif dengan antarmuka pemrograman aplikasi Python (API). Ini secara native mendukung banyak bahasa pemrograman dan bahasa markup, dan fungsi dapat ditambahkan oleh pengguna dengan plugin, biasanya dibuat oleh komunitas dan dipelihara di bawah lisensi perangkat lunak bebas.
3. Atom
Atom adalah sebuah text editor yang memiliki lisensi open source yang tersedia untuk platform OS X, Linux dan Windows. Atom ini dibuat oleh GitHub dan di klaim sebagai text editor yang bisa di custom dengan merubah file configurasinya.
B. Database (Basis Data)
1. DBMS
Kumpulan file yang saling berkaitan bersama dengan program untuk pengelolaan disebut sebagai DBMS. Database adalah kumpulan datanya, sedang program pengelolaannya berdiri sendiri dalam satu paket program yang komersial untuk membaca data, mengisi data, menghapus data, melaporkan data dalam database.
2. MySQL
MySQL adalah multiuser database yang menggunakan bahasa Structured Query Language (SQL). MySQL dalam operasi client-server melibatkan server daemon MySQL di sisi server dan berbagai macam program serta library yang berjalan di sisi client. MySQL mampu menangani data yang cukup besar.
C. Framework
Framework adalah sistem perangkat lunak yang dapat digunakan kembali dengan fungsi umum yang telah diterapkan. Framework dapat dikhususkan ke dalam aplikasi yang siap pakai.
Berikut adalah macam-macam framework.
1. Framework CSS
Untuk memudahkan penggunakan CSS, maka sudah tersedia bebarapa framework, diantaranya :
a. Blueprint CSS
Blueprint CSS termasuk CSS Framework yang cukup lampau. Meskipun sudah lampau tapi CSS Framework ini masih banyak digunakan oleh para pengembang web. Bahkan, boleh dibilang Blueprint CSS ini yang kemudian menginspirasi pengembang untuk menciptakan CSS Framework lain. Boleh lah CSS Framework ini sebagai perintis.
Untuk mengetahui CSS Framework ini lebih lanjut, bisa klik http://blueprintcss.org
b. Bootstrap
Bootstrap adalah CSS Framework yang sedang naik daun. Digunakan oleh Twitter dan dibagikan pula oleh situs microblogging tersebut ke umum. Karena itu, CSS Framework ini punya lisensi Free Public Open Source. Lisensi tersbeut memungkinkan para pengembang untuk menggunakan bootstrap untuk berbagai keperluan, termasuk keperluan komersil.
Fitur Bootstrap sudah terbilang lengkap. CSS Framework ini sudah dilengkapi dengan fitur seperti UI, grid system, responsiveness, dropdown menu, dan lain sebagainya. Untuk mengetahui lebih lanjut terkait Bootstrap bisa klik http://getbootstrap.com
c. Less Framework
Less Framework hadir sebagai CSS Framework dengan konsep sederhana dan efisien. Hal ini dapat dilihat dari fitur dan tool yang memungkinkan penulisan CSS menjadi lebih sederhana layaknya menulis kode PHP maupun Javascript. Penulisan kode untuk Grid System dan Responsiveness juga dibuat lebih simpel berkat Less Framework ini.
Informasi terkait CSS Framework ini terdapat pada situs https://angrycreative.se/less-framework/
d. Foundation
Zurb, sebuah perusahaan web desain, cukup berkontribusi besar dalam kehadiran CSS framework ini. Berkat mereka, CSS Foundation hadir dengan fitur yang tidak kalah dengan CSS Framework lain. Hal ini dapat dilihat dari berbagai fitur didalamnya yang sudah memenuhi fitur standar sebuah CSS Framework. Informasi terkait CSS Framework bisa didapat dengan mengklik http://foundation.zurb.com
e. Gumby
Jika menginginkan CSS Framework alternatif Bootstrap, maka Gumby bisa jadi jawabannya. Sebabnya, fitur yang ada di CSS Framework ini terbilang mirip dengan Bootstrap seperti grid system, responsiveness, dan UI.
2. Framework Javascript
a. React
React merupakan framework modern yang dikembangkan oleh para engineering di Facebook. Framework ini menyediakan pendekatan data rendering yang unik, komponen yang bisa digunakan kembali dan tampilan web yang dibangun dengan React menjadi fleksibel, cepat dan ringan.
React sangat efisien dan bisa dikatakan mudah untuk dipelajari jadi siapun bisa mempelajarinya secara online. Framework ini dapat dengan cepat diimplementasikan pada proyek, dan kita dapat dengan mudah untuk fokus membuat tampilan web.
b. AngularJs
AngularJs merupakan alternatif pilihan untuk membangun tampilan web. AngularJs merupakan framework front-end yang memungkinkan kita untuk membangun halaman aplikasi yang menarik.
c. JQuery
jQuery UI dapat membantu kita untuk mengembangkan aplikasi web dengan waktu yang singkat pada desain user interface. jQuery terutama digunakan dengan code client-side JavaScript. jQuery UI hadir dikemas dengan UI widget dan CSS styles.
d. Vue.Js
Vue.js merupakan alternatif untuk framework besar seperti AngularJS. AngularJS dapat menjadi berat untuk setup, untuk sesuatu yang ringan Vue.js bisa menjadi solusi yang lebih baik. Bagi developer yang telah berpengalaman dengan Angular, menggunakan Vue tidak akan menjadi masalah. Untuk membangun aplikasi full-fledged single page dengan Vue.js, gunakan vue-router yang terintegrasi dengan Vue.js core untuk menangani routing.
3. Framework PHP
a. CodeIgniter
CodeIgniter merupakan salah satu Framework yang dikembangkan oleh Rick Ellis berdasarkan script PHP. Dan kemudian, CodeIgniter disempurnakan lagi oleh British Columbia Institute of Technology. Hingga sekarang ini, CodeIgniter sudah dikembangkan hingga versi yang ke-4.
b. Laravel
Laravel salah satu web framework yang cukup terkenal dibandingkan yang lainnya. Framework yang satu ini diciptakan oleh Taylor Otwell yang hingga kini terus bekerja keras untuk dapat membangun Laravel menjadi mudah dan nyaman digunakan.
Tidak hanaya itu saja, Laravel juga memiliki dokumentasi yang lengkap dan jelas untuk mempermudah para web developer dalam membangun aplikasi web mereka.
c. Yii
Web Framework yang satu ini mempunyai slogan “The Fast, Secure, and Professional PHP Framework“. Bahkan, Yii juga mempunyai dokumentasi dan dukungan komunitas yang kuat. Framework yang satu ini juga memiliki fitur-fitur unggulan seperti sistem widget, filter, dan RBAC. Keunggulan-keunggulan tersebut tentu saja membuat Yii menjadi salah satu web framework yang perlu diperhitungkan.
D. Version Control
Version Control adalah sistem yang mencatat perubahan pada file atau set file dari waktu ke waktu sehingga kita dapat mengingat versi tertentu nanti, dalam kasus Developer, ini tentang kode pelacakan. Contohnya : Git, Bazaar dan Subversion.
E. Debugging
Debugging membantu pengembang mengidentifikasi bug yang akhirnya muncul selama pemrograman dan menghapusnya dengan membuat perubahan dalam kode, sebagian besar waktu. Contohnya : Firebug, Insight dan Xdebug.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar